Sunday, June 22, 2008

Hari Berkabung Daerah Sudah di Depan Mata

Pemprov Siapkan Armada Angkutan ke Mandor

Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak

Enam hari lagi Hari Berkabung Daerah (HBD), suatu hari yang ditetapkan sebagai memperingati hari kejuangan rakyat Kalbar melawan fasisme Jepang selama kurun waktu 1942-1945 dengan korban jiwa 21.037 jiwa sehingga pada saat itu Kalbar kehilangan satu generasi.
Pemprov Kalbar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya menyiapkan upacara tingkat provinsi di Makam Juang—kini dengan dikeluarkannya Perda No 5 Tahun 2007 tentang HBD telah berubah menjadi Monumen Daerah—Mandor.
Akan bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Kalbar dan diikuti oleh ratusan pelajar dan mahasiswa serta ahli waris keluarga korban. Upacara ini juga melibatkan banyak pihak antara lain undangan lokal dan nasional.
Menurut rencana Dinas Sosial akan mengundang instansi vertikal di Pusat terkait peningkatan status Makam Juang menjadi Monumen Daerah, termasuk Kedutaan Besar Jepang, serta upaya memperjuangkan sejumlah pejuang menjadi pahlawan nasional.
Dinas Sosial juga menyiapkan armada angkutan bagi pelajar dan ahli waris keluarga korban sebanyak 12 bis. Bis-bis ini menunggu di halaman depan Makorem 121 ABW, serta di Keraton Kesultanan Kadriah Pontianak.
Upacara akan digelar pada 28 Juni sesuai dengan penanggalan ditemukannya kuburan massal tempat di mana para raja dan tokoh masyarakat dimakamkan oleh tentara Jepang. Dan pada 28 Juni itu pula diresmikan Makam Juang Mandor yang kini menjadi Monumen Daerah Mandor.
Selain menyiapkan armada angkutan, keluarga ahli waris korban, Dr Mardan Adijaya yang juga putra Drs H Jimmi M Ibrahim (alm) dan dikenal sebagai Panembahan Keraton Amantubillah Mempawah menyiapkan empat armada bis. Mardan akan mengangkut massa dari Kota Mempawah menuju Monumen Daerah Mandor tempat diselenggarakannya upacara.
Menurut rencana bis-bis ini akan bergerak pada pukul 6 pagi dan tiba di Mandor dua jam berikutnya. Pada pagi hari upacara dimulai sebelum matahari benar-benar menyengat.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, HA Kadir Ubbe, SH, MM melalui stafnya, Moeliono dalam acara dialog Mandor Meeting di The Roof Cafe, Hotel Peony, Jumat (20/6) malam di hadapan sekitar 30 peserta rapat dari para stakeholder mengatakan, baru kali ini Dinas Sosial menangani upacara HBD. Sebelumnya HBD ditangani oleh Biro Binsos Kantor Gubernur. ”Dana yang dialokasikan untuk HBD ini hanya Rp 75 juta,” ungkapnya.
Kepala Biro Binsos Provinsi Kalbar, Dra Sri Djumiadatin, M.Si dalam pertemuan itu mengatakan, Biro Binsos sudah mengantarkan pada kebijakan lahirnra Perda No 5 tahun 2007 sehingga menjadi tonggak bagi HBD maupun pengibaran bendera setengah tiang di seluruh Kalbar. Tapi dalam aplikasi teknisnya, sejak Perda itu diketuk palu sudah menjadi kegiatan teknis Dinas Sosial.
Termaktub dalam HBD dan Monumen Daerah adalah monumen, serta makam-makam massal. Adapun batas wilayah, perlu dibahas lebih lanjut sesuai semangat otonomi daerah bersama Pemkab Landak.

No comments: